7 Tips Jitu Agar Bisa Turunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan – Warta Kota

7 Tips Jitu Agar Bisa Turunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan – Warta Kota

Custom Text

7 Tips Jitu Agar dapat Turunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Bila selama ini kamu telah berangan-angan untuk diet tapi belum juga kesampaian, bulan Ramadan bisa jadi momen yang tepat.

Pasalnya banyak orang justru berat badannya naik selama puasa.

Jadi supaya bisa tampil prima ketika hari raya datang nanti, simak cara menurunkan berat badan saat puasa yang aman dengan tujuh taktik berikut ini.

1. Perbanyak makan serat dan protein ketika sahur dan buka

Ilustrasi Sayuran di kukus
Ilustrasi Sayuran di kukus (WikiHow)

Saat menyantap sahur dan buka puasa, pastikan menunya kaya akan serat dan protein.

Daripada makanan tinggi kalori, serat akan diserap dan dicerna oleh tubuh dalam waktu yang lebih lama.

Kamu pun dapat merasa kenyang sepanjang hari tanpa kelaparan selama puasa.

Makanan tinggi serat dan protein juga membantu menekan nafsu makan sehingga saat waktunya makan malam setelah berbuka puasa, kamu tak kalap dan malah kebanyakan makan.

• Yuk Ikuti Cara Nabi Muhammad SAW Buka tidak makan Ramadhan dengan Kurma

 2. Hindari makanan dan minuman manis

Ilustrasi
Ilustrasi (ayysa.com)

Meski orang umumnya berbuka tidak makan dengan makanan yang serba manis untuk mengembalikan energi, tapi jangan terlena sampai kebanyakan.

§

Terlalu banyak makanan dan minuman manis justru mulai disimpan sebagai lemak oleh tubuh, sehingga mengacaukan diet.

Saat berpuasa, produksi insulin tubuh menurun.

Padahal insulin berfungsi untuk mengubah gula jadi sumber energi. Jika gula tak diubah jadi energi, tubuh akan menyimpannya dalam bentuk lemak.

Inilah mengapa makan hidangan manis saat berpuasa dapat bikin gemuk.

Maka, lebih baik pilih makanan dengan karbohidrat kompleks untuk menambah energi. Misalnya dari buah, sayur, dan nasi merah.

• Cara Berwudhu saat Sedang Puasa Ramadhan Agak Beda, Tinggalkan Bagian yang Ini

3. Tetap olahraga

Ilustrasi
Ilustrasi (Kompas.com)

Bukan berarti karena puasa dan tak makan banyak, kamu boleh bermalas-malasan.

Berolahraga justru dapat jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yang efektif.

Biasanya tubuh menghasilkan energi dari pembakaran glukosa (gula).

Namun, ketika puasa dan tidak mendapatkan asupan glukosa selama berjam-jam, tubuh akan mencari sumber energi lainnya, yaitu cadangan lemak.

§

Maka, berolahraga saat puasa bisa memicu pembakaran lemak berlebih.

• jeda Aman Saat Harus Olahraga di Luar Rumah Agar Tak Tertular Virus covid-19, Bukan 1 Meter

4. Minum poly air

Ilustrasi minum air putih.
Ilustrasi minum air putih. (bisakimia.com)

Pastikan tetap minum banyak air selama bulan puasa, paling tidak 8 gelas per hari.

Kamu bisa memakai rumus 2-2-2-2: Dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka puasa, dua gelas setelah Tarawih, dan 2 gelas sebelum tidur.

Penelitian dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa minum air putih bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai 30 persen.

Semakin cepat metabolisme tubuh bekerja, semakin banyak lemak dan kalori yang dibakar.

5. Hindari makan sahur dan buka dengan gorengan

Gorengan.
Gorengan. (Tribunnews.com)

Setelah menahan lapar seharian, kamu mungkin tergoda bagi langsung menyantap makanan berlemak waktu berbuka puasa.

Hati-hati, mengonsumsi makanan serba digoreng yang sarat dengan lemak jahat (lemak jenuh) di bulan tidak makan bisa membuat gemuk.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ketika puasa, ganti dengan lemak tak jenuh.

§

Lemak tak jenuh lebih baik bagi kesehatan karena tidak meningkatkan kadar kolesterol. Kamu mampu mendapatkan asupan lemak tak jenuh dari kacang-kacangan, alpukat, dan ikan.

6. Tidur cukup

Perempuan harus tidur cukup agar bahagia.
Perempuan harus tidur cukup agar bahagia. (Lifealth)

Tidur bisa jadi cara menurunkan berat badan saat puasa yg manjur.

Pasalnya, kurang tidur saat puasa mulai mengacaukan sistem metabolisme. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

Di samping itu, kurang tidur juga meningkatkan kadar hormon ghrelin yg menyebabkan nafsu makan bertambah.

Bisa-bisa ketika waktunya buka tidak makan kamu jadi kalap dan makan terlalu banyak.

• 8 Resep Menu Sahur Sederhana, Murah Meriah dan Tidak Sulit Memasaknya Cocok bagi Anak Kos

7. Jaga porsi makan ketika berbuka

Ilustrasi -- Makan terlalu banyak
Ilustrasi — Makan terlalu banyak (net via TribunWow)

Meskipun tidak makan, ngemil, atau minum seharian, kamu tetap harus menjaga porsi makan ketika sahur dan buka puasa.

Makan dengan porsi berlebihan mampu meningkatkan gula darah secara tiba-tiba.

Padahal seperti disebutkan sebelumnya, tubuh tidak memproduksi banyak insulin ketika puasa.

Gula pun hanya mulai diubah jadi lemak dalam tubuh.

Supaya tidak makan berlebihan, coba pakai piring yang ukurannya lebih kecil. Kamu juga bisa sahur atau buka tidak makan dengan makanan yang bisa bikin cepat kenyang seperti sup.

Pesan Menteri Agama

Menteri Agama Fachrul Razi menganjurkan kepada masyarakat agar di ketika buka puasa dan sahur untuk memperbanyak makanan yg dapat menjaga daya tahan tubuh.

Selain meminum air putih, ia juga meminta masyarakat untuk menyajikan makanan yg dapat menjaga daya tahan tubuh selama tidak makan berlangsung.

“Untuk menjaga daya tahan tubuh agar terhindar corona. Saya sarankan agar kebiasaan sahur meminum air putih atau sekedar makanan kecil saja, sebaiknya diganti makanan yang dapat menjaga daya tahan tubuh,” kata Fachrul Razi, Kamis (23/4/2020).

Menteri Agama Fachrul Razi seusai dilantik kepala negara Jokowi, di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019).
Menteri Agama Fachrul Razi seusai dilantik presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Rabu (23/10/2019). (TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO)

Kementerian Agama memutuskan awal ramadan 1441 Hijriyah pada . Hal ini disampaikan dalam telekonfrensi sidang isbat secara virtual, Kamis (23/4) besok.

Sidang isbat yang digelar di Kementerian Agama ini juga dihadiri oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wakil Menag, Dirjen Bimas Islam, Ketua MUI, dan Ketua Komisi 8 DPR RI.

“Kami dengan suara bulat memutuskan awal Ramadan 1441 jatuh jatuh esok hari Jumat 24 April 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi.

Dikatakan Fahrul Razi, penentuan awal ramadan ini berdasarkan hasil pemantauan 82 titik yg tersebar di Indonesia. Dimana dari titik pemantauan ruhiyatul hilal diatas ufuk berpusat 2 derajat 41 menit sampai dengan 3 derajat 44 menit.

“Mari sambut ramadan dengna tekat mulia, untik melipat gandakan pahala dan pengampunan. Marhaban ya ramadan,” katanya.

Dalam kesempatan itu Fahrul Razi juga menyampaikan seandainya ramadan tahun ini tengah dilanda covid-19, sehingga perlu disesuaikan agar nilai-nilai ibadah kalian tidak berkurang dan penyebaran virus covid-19 bisa di eleminasi.

“Meksipun tahun ini kita tidak bisa berbuka puasa bersama, tadarus bersama, tarawih bersama, namun hal itu tak mengurangi semangat dan tekat kita untuk manfaatkan kehadiran ramadan buat ibadah kita,” katanya.

Selain itu pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat buat mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak melakukan mudih buat mencegah penyebaran virus covid-19.

Ramadan tahun ini diharapkan bisa menjaga kesehatan karena puasa merupakah ibadah wajib buat meningkatkan ketaqwaan kita kepada allah.

“Jika dianjurkan pemerintah buat dilarang mudik maka jangan mudik untuk menghindari oenyebaran virus dari kota dan menyebarkan di kampung,” ucapnya

Sebagian artikel ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul “7 strategi Menurunkan Berat Badan Saat Puasa”,

Artikel ini telah ditulis oleh wartakota.tribunnews.com dengan judul 7 Tips Jitu Agar Bisa Turunkan Berat Badan Selama Puasa Ramadhan – Warta Kota.
Silahkan berbagi jika bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *